Ustad Riza Muhammad Terguncang, Disebut Tak Mampu Bayar Listrik

Ustad Riza Muhammad Terguncang, Disebut Tak Mampu Bayar Listrik

VIVA â€“ Beberapa waktu yang lalu, nama Ustad Riza Muhammad sempat ramai diperbincangkan karena dikabarkan bangkrut dan melarat karena tidak mampu membayar tagihan listrik. Terkait kabar tersebut, Ustad Riza sudah memberi klarifikasi dan membantah berita yang menyebut dirinya bangkrut.

Saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Ustad Riza akhirnya blak-blakan mengenai dampak negatif dari adanya pemberitaan tersebut. Ia mengaku mengalami goncangan secara psikologis karena diberitakan tidak mampu membayar tagihan listrik.

Baca Juga: Isu Bangkrut Gak Bisa Bayar Listrik, Ustad Riza Muhammad Buka Suara

“Itu yang perlu saya klarifikasi. Jadi saya mengalami goncangan secara psikologis karena diberitakan tidak membayar. Padahal telat. Hari itu juga selesai urusannya, cuma media mem-blow-up-nya seperti itu,” kata Ustad Riza Muhammad, Senin, 24 Agustus 2020.

Berita tidak benar tersebut juga ternyata berdampak kepada kesehatan ibunda Ustad Riza. Ia mengaku bahwa awalnya ia tidak mau buka suara, namun ternyata, semakin lama pemberitaan tersebut semakin heboh hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk memberi klarifikasi.

“Yang bikin saya sedih, secara psikologis berpengaruh kepada ibu saya dan jatuh sakit. Jadi sakit, nangis tiap hari. Ibu mana yang tega kalau ada berita menjatuhkan anaknya yang bikin saya akhirnya bersuara. Awalnya saya enggak bersuara, ya terserah mau diberitakan bangkrut. Lama-lama kok makin-makin ya,” tutur Ustad Riza Muhammad.

Tapi setelah memberi klarifikasi, Ustad Riza malah mendapat komentar bernada miring dari warganet.

“Tapi, setelah klarifikasi juga salah. Saya dibilang sombong, kufur nikmat. Ya Allah, padahal saya mengatakan saya tidak bangkrut dan kenyataannya juga begitu kan,” kata Ustad Riza.

“Itu kan salah, saya bingung gimana menghadapinya netizen yang harus diklarifikasi tapi salah, tidak klarifikasi juga salah. Akhirnya sekali klarifikasi buka saja sekalian. Memang ini tidak ditambahi tidak dikurangi. Jadi murni suatu kesedihan secara psikologis ketika telat membayar listrik dan hari itu akan diputus. Jadi sedihlah,” katanya menambahkan.