Tersibak, Veteran Militer Beberkan Kelemahan Laskar Udara AS

Tersibak, Veteran Militer Beberkan Kelemahan Laskar Udara AS

VIVA   –  Sanksi embargo ekonomi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) dan negara2 barat sekutunya selama 40 tahun, sama sekali tak membuat Iran kehilangan taringnya. Negeri Mullah langgeng mampu membangun kekuatan militer dan persenjataannya.

Dalam sebulan terakhir, Iran terus memperkuat pola pertahanannya. Satelit militer pertama “Noor”, drone Fotros, hingga rudal kendali Fajr-4, adalah sederet sistem pertahanan udara yang diperkenalkan Iran pada sebulan terakhir.

Walaupun mendapat kecaman dan ancaman sejak AS dan negara-negara barat lainnya, nyatanya Iran tak pernah mundur untuk terus meningkatkan kekuatan militernya. Respons keras yang dilontarkan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, tak menciutkan nyali Iran.

Tak cuma itu, kerawanan perpanjangan sanksi embargo yang juga dikemukakan AS justru dibalas secara pernyataan siap perang. Hal itu pernah diutarakan oleh Komandan Laskar Udara Garda Revolusi Iran (IRGCAF), Brigadir Jenderal Amir-Ali Hajizadeh.

“Amerika, dan bahkan (negara-negara) yang dengan kekuatan yang lebih besar, tidak akan berani melayani apapun, ” ujar Hajizadeh dikutip I24 News .

Pada sisi lain, seorang veteran tentara AS, Gordon Duff, justru mendedahkan kelemahan Angkatan Udara AS (US Air Force). Meski memiliki sebesar jet tempur siluman canggih, Tentara Udara AS dinilai tak mempunyai pilot berpengalaman.

Lihat Juga

Pilot-pilot AS disebut Duff hanya bisa membom sasaran, dan bukan duel di udara. Bukan cuma itu, taat Duff saat ini Angkatan Suasana AS hanya mengandalkan kecanggihan udara tanpa awak atau drone.

Sebaliknya, kekuatan IRGCAF diprediksi Duff memiliki lusinan Sukhoi Su-57 buatan Rusia. Dengan dukungan Pasukan Laut Iran (NEDSA) dan sejumlah rudal, Iran dinilai Duff telah memiliki kekuatan militer yang lengkap dan bisa mengancam AS.

“Dengan kekuatan laut dan rudal, kemampuan tambahan ini bakal menghilangkan kelemahan utama. Pilot Amerika tidak pernah menghadapi musuh di udara sejak (Perang) Vietnam. Itu berarti, tidak ada pilot Amerika yang memiliki pengalaman pertempuran udara, ” ujar Duff dikutip IRNA .

“Ini kelemahannya. AS memiliki angkatan udara yang hanya digunakan untuk membom negara-negara yang diduduki, ataupun semakin tergantung pada drone, ” katanya.