Tersentuh PHK, Pekerja Bangunan Buat Kekayaan Palsu Jutaan Rupiah

Tersentuh PHK, Pekerja Bangunan Buat Kekayaan Palsu Jutaan Rupiah

VIVA   –  Dengan dalih membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup, seorang buruh bangunan yang baru saja kena phk nekat memproduksi uang palsu. Sigit prasetyo, warga Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, ditangkap oleh kepolisian Polres Semarang setelah kedapatan menggunakan uang palsu untuk melakukan transaksi pembelian sebuah handphone, senilai Rp1, 1 juta.

Dari hasil penyidikan kepolisian, uang palsu dengan digunakan tersangka untuk membeli suatu handphone ini ternyata   dibuat sendiri oleh tersangka dengan memakai sebuah mesin printer laser.

“Untuk membuat uang tiruan ini saya menggunakan sebuah printer laser yang saya beli, kemudian uang asli pecahan seratus ribu saya copy atau s can menggunakan printer, lalu hasil copy -an dari uang asli itu saya print menggunakan kertas hvs biasa, ” ujar prasetyo pada polisi, Jumat 15 Mei 2020.

Taat prasetyo Satu lembar kertas hvs bisa menghasilkan 3 buah eksemplar uang pecahan seratus ribu rupiah, yang kemudian ia potong satu per satu dengan menggunakan gunting. Agar tidak dicurigai oleh penerima uang, tersangka sengaja mencetak uang palsu pecahan seratus ribu rupiah ini dengan beberapa master kekayaan asli sehingga menghasilkan beberapa uang palsu dengan nomor seri yang berbeda.  

“Saya sangat menyesal membuat uang tiruan ini, hal ini terpaksa hamba lakukan karena saya sudah tidak punya pekerjaan lagi dan tak punya uang untuk menghidupi puak, ” katanya.

Kapolres Semarang, AKBP Gatot Hendro mengucapkan, Kepolisian Polres Semarang berhasil mengungkap peredaran uang palsu yang dibuat sendiri oleh tersangka dengan modus membuat uang palsu menggunakan sebuah printer laser. dari pemeriksaan pelaku membuat sendiri uang palsu itu dan diperkirakan jumlahnya mencapai Rp6 juta.  

Terungkapnya peredaran dan pengerjaan uang palsu ini berawal sejak pelaku yang membeli sebuah HP secara online dengan pembayaran dengan COD ( cash on delivery ).

selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain puluhan uang palsu pecahan Rp100 ribu, printer laser, sebuah handphone hasil pembelian dengan uang tiruan, gunting, dan beberapa lembar uang asli pecahan Rp100 juta, dengan digunakan sebagai master pencetak uang palsu.  

Akibat perbuatannya tersangka dikenakan undang RI No. 7 Tahun 2011, tentang mata uang.

Laporan: Aditya Bayu/TvOne