Sri Mulyani Kasih PNS Kemenkeu Duit Pulsa Rp200 Ribu Per Bulan

Sri Mulyani Kasih PNS Kemenkeu Duit Pulsa Rp200 Ribu Per Bulan

VIVA   –  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menganggarkan uang untuk pulsa internet para pegawainya senilai Rp200 ribu per bulan di sedang masa pandemi COVID-19. Uang tersebut disiapkan untuk Tahun Anggaran 2021.

Pernyataan itu dia sampaikan setelah salah satu pegawainya di Direktorat Jenderal Pembiayaan serta Pengelolaan Risiko (DJPPR) menyampaikan keluh kesahnya saat Town Hall Meeting secara daring, 19 Agustus 2020.

“Zoom sehari bisa 3-4 kali rapat minimal 1 jam, sehingga biaya pulsa melonjak mohon dipertimbangkan dari bapak-bapak KPA, Pak Sesdirjen DJPPR agar kos pulsa dapat penggantian yang bertambah layak, Rp300 ribuan bisa mulai bulan, ” kata pegawai itu yang menyebut namanya Yusman, dikutip Jumat 21 Agustus 2020.

Baca juga:   5 Hal Ini Menetapkan Tahu Soal Bantuan Rp2, 4 Juta dari Presiden untuk UMKM

Mendengar curhatan itu, Sri mengaku memahami bahwa kondisi Pandemi COVID-19 yang memaksa para-para pegawainya bekerja dari rumah, memang harus memanfaatkan teknologi digital, lupa satunya internet.

“Kalau saya enam kali (Zoom) Yusman, jadi agak banyakan saya sedikit lah dari kamu. Itu sungguh nonstop saja dari pagi sampai suangi kayak gini kita. Untung beta enggak pernah pikirin bayar pulsa ya, kalau saya harus bayar pulsa pusing juga Yusman pada hal ini, ” ungkap tempat.

Sebab itu, Sri meminta Sekertaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan Hadiyanto & Direktur Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan Askolani memecahkan masalah itu.

“Saya sudah mengucapkan toh anggaran kita banyak yang enggak kepakai untuk tadi, untuk snack, meeting, traveling.   Kalau Yusman membentuk harunya DJPPR untuk belanja kita, untuk marketing , untuk apalah itukan enggak tersedia sekarang ya dipakailah untuk tukar pulsa kamu aja pasti mampu kalau cuma Rp300 ribu, ” tegasnya.

Sri memperhitungkan kondisi itu memang harus dilaksanakan. Sebab dalam hal bekerja seharusnya para pegawai tidak perlu merogoh kocek tambahan dari dompetnya buat menjalakan pekerjaannya tersebut.

“Ya anda kalau kerja tidak seharusnya mengambil dari uang Anda, harusnya ya memang. Tapi ya jangan terlalu manja lah kasian republik anda ini.   Sebab kalau Anda sedikit-sedikit minta sarana lama-lama republik kita bangkrut pula apalagi kalau bayar pajaknya minimal, ” ucap dia.

Merespons pertanyaan Sri, Hadiyanto menyatakan bahwa Kementerian Keuangan memang sudah menganggarkan Rp150 ribu untuk uang pulsa internet para pegawainya. Apalagi, Askolani menegaskan, angkanya telah ditambah menjadi Rp200 ribu untuk Tarikh Anggaran 2021.

“Oh Rp200 ribu Yusman. Jadi ya sudah ngirit-ngirit dikit lah enggak apa. Pokoknya sudah didengar serupa Pak DJA dan Pak Sekjen. Tapi menurut saya kita lihat betul karena ini kan kemungkinan masih akan berlangsung sampai akhirusanah jadi the rest of the year 4 bulan ke depan harus kita pikirkan, ” tuturnya.