Rp101 Miliar Habis untuk Penanganan COVID-19 di Kota Bekasi

Rp101 Miliar Habis untuk Penanganan COVID-19 di Kota Bekasi

VIVA   –  Pengerjaan COVID-19 di Kota Bekasi sudah menghabiskan anggaran Rp101 miliar. Bagian anggaran itu dikucurkan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020.

“Belanjanya untuk belanja kesehatan, jaring pendamai dan pemulihan ekonomi, ” introduksi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Sopandi Budiman, Minggu 9 Agustus 2020.

Dia menambahkan, secara keseluruhan anggaran BTT dalam APBD 2020 mencapai Rp172, 5 miliar. Pos belanja diberikan ke sejumlah instansi yang berwenang.

Mengaji juga: Kesembuhan COVID-19 di Jatim  Lampaui DKI dan Jabar, Ini Penjelasannya

Bagaikan di RSUD Kota Bekasi, cakap Sopandi, baru menyerap Rp48 miliar dari alokasi anggaran yang disediakan Rp114 miliar. Anggaran itu buat pengadaan alat pelindung diri tenaga medis serta sarana dan bahan layanan kepada masyarakat.

“Seperti pengadaan alat rapid test dan reagen PCR-VTM serta penanganan penderita COVID-19, ” katanya.

Lalu, kata dia, belanja di bidang penyediaan jaring pengaman  sosial yang sudah menghabiskan Rp47, 7 miliar. Jaring pengaman sosial ini terdiri atas pemberian bantuan sosial kepada 225 ribu kepala keluarga.

“Selama PSBB banyak dibentuk RW siaga dan koordinasi dengan instansi lurus, ” ujar  Sopandi.

Kemudian, penanganan dampak ekonomi yang telah menghabiskan anggaran Rp5, 5 miliar. Penyaluran itu diberikan pada usaha mikro, kecil dan menengah serta koperasi. (art)