Pesan Kontroversi Gus Yaqut Sebelum Jadi Menteri Agama

Pesan Kontroversi Gus Yaqut Sebelum Jadi Menteri Agama

VIVA   –  Presiden Joko Widodo telah menjunjung enam orang menteri dan sejumlah wakil menteri di Istana Negeri pada Rabu, 23 Desember 2020. Salah satunya, Ketua Umum Aliran Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut yang dilantik menjadi menteri Agama. Sederet kontroversi mewarnai perjalanan Yaqut selama ini. Apa saja?

Pilihan Jokowi menunjuk Yaqut sebagai Menteri Agama baru menggantikan Fachrul Razi yang juga dikenal polemis dengan komentar-komentarnya sempat menjadi pancaran. Maklum saja, sebelum ditunjuk menjadi menteri sosok Yaqut juga dikenal dengan kontroversinya. Bahkan dianggap kerap dituding memecah belah.

Zona kali ini redaksi berhasil memeluk sederet kontroversi dan ucapan nyelenehnya, bahkan kerap menyulut emosi yang tak sejalan dengannya.  

Photo:

  • Screenshoot gambar GP Ansor

Paling segar dalam ingatan, tentu kasus pelaporan oleh sebuah LBH yang dialamatkan ke Gus Yaqut buntut dari pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid pada Oktober 2018 silam. Saat itu, umat muslim terpecah menjadi dua kubu menyusul kasus pembakaran yang dilakukan sekumpulan oknum anggota Banser NU dalam Garut, Jawa Barat.

Kontroversi sebutan ‘Gus’
Gus Yaqut juga tahu berseteru dengan Gus Nur alias Nur Sugi Rahardja yang dianggapnya mencemari kesakralan sebutan ‘Gus’. Sungguh, sebutan Gus memang punya interpretasi khusus bagi kalangan Nahdiyin. Tak sembarangan orang dapat disematkan nama Gus.

Seperti diketahui, Yaqut Cholil Qoumas sendiri mendapat sebutan Gus sebab memang dianggap layak. Bagi karakter NU, sebutan Gus adalah gelar kehormatan yang biasanya disematkan di dalam tokoh-tokoh yang dihormati dan lazimnya telah matang ditempa di pondok.

Gus Yaqut sendiri memang sosok penting di awak Nahdlatul Ulama (NU), termasuk jabatannya sebagai ketua umum GP Anshor sebelum didaulat menjadi menteri agama yang baru. Bahkan ia selalu sempat menjabat sebagai wakil tumenggung Rembang dan anggota DPRD.  

Tak hanya itu, fakta lain yang juga sulit buat menolak gelar Gus pada sosok Yaqut adalah catatan bahwa tempat merupakan putra dari KH Muhammad Cholil Bisri, salah satu pendiri PKB. Saudaranya, Yahya Cholil Staquf juga dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama.

Asal mula sebutan Gus ini pula yang memicu perseteruannya dengan Gus Nur. Menurut Gus Yaqut, sosok yang dikenal sangat anti pemerintah tersebut tak memiliki kriteria menyandang gelar Gus. “Gus Nur itu tak tahu noda, gelari sendiri dengan sebutan Gus, ” pernyataan pedas Gus Yaqut.

Puncaknya, perseteruan berebut Gus ini baru mereda setelah Gus Nur terancam masuk rumah pasung karena disangkakan pasal ujaran kemuakan dan saat ini prosesnya telah masuk tahap persidangan.  

Rivalitas panjang melayani FPI
Sosok Gus Yaqut juga sangat identik jadi rival bagi FPI, juga dengan sinyal keberadaan ISIS di Indonesia. Sosoknya yang terbilang paling giat berkomentar tentang bahaya radikalisme tersebut kerap menangkal eksistensi FPI & Habib Rizieq Shihab. Termasuk saat HRS kembali ke negeri.

Tak hanya itu, Gus Yaqut juga dengan terang-terangan menginsinuasi revolusi akhlak yang didengungkan HRS bersama FPI. Gus Yaqut tak yakin sosok Habib Rizieq Shihab bersama FPI-nya punya kekuatan untuk menggerakkan revolusi di Indonesia.

Pointnya, Gus Yaqut tetap mendengungkan NKRI harga mati buat melawan manuver-manuver yang dilakukan FPI dengan imam besarnya HRS. Tidak jarang, Gus Yaqut juga kadang-kadang memamerkan kekuatan Banser di kolong komandonya untuk menyaingi besarnya massa FPI.

Yang teranyar, Gus Yaqut juga langsung menyampaikan ‘pasukan’ untuk mengawal rumah karakter tua Menteri Koordinator Politik, Kaidah dan Keamanan, Mahfud MD. Rumah orang tua Mahfud MD di Sampang Madura sempat menjadi sasaran massa termasuk anggota FPI.