Konstitusi Baru Chile: Negara Tanggung Upah Lingkungan Rusak

Konstitusi Baru Chile: Negara Tanggung Upah Lingkungan Rusak

Sejak Oktober lalu, Chile secara resmi mencopot Undang Dasar yang dibuat pada masa kediktaturan Augusto Pinochet. Konstitusi berusia tiga dekade itu kurun lain memayungi pembentukan lima daerah industri, yang menjadi tulang punggung ekonomi Chile  sejak 1950an.

Alhasil kira-kira 200. 000 penduduk yang tumbuh di “Zonas de Sacrificio” atau zona yang dikorbankan itu menuntut perbaikan nasib lewat konstitusi baru. Mereka giat menggalang dukungan untuk meloloskan pasal yang membebankan kepalang jawab kerusakan alam kepada negeri.

Menurut jajak teori terakhir sebanyak 78 persen penduduk Chili mendukung inisiatif tersebut. Pada sejumlah provinsi, jumlahnya bahkan melebihi angka 90 persen. Mereka melihat penyusunan ulang konstitusi sebagai kesempatan menempatkan perlindungan lingkungan sebagai prioritas nasional.

“Inisiatif ini adalah seruan untuk mulai membangun zona pemulihan & menanggalkan stigma ‘zona yang dikorbankan’, dengan semua kerentanan dan kekurangan yang membayanginya, ” kata Carolina Orellana, warga kota industrial, Quentero, dan juru bicara kelompok hawa di zona industri.

Namun, perubahan tidak akan sampai dalam waktu dekat. Sebanyak 155 warga sipil yang akan mengatur naskah UUD baru, belum bakal dipilih hingga April 2021 mendatang. Mereka diberi waktu selama mulia tahun untuk menyepakati naskah, sebelum diajukan ke dalam sebuah referendum.

Perubahan besar dirasa mustahil lantaran pemerintah konservatif Presiden Sebastián Piñera bersikeras, setiap elemen membutuhkan dua pertiga suara anggota. Hanya penggalan yang lolos pem suara yang akan dimasukkan ke dalam naskah akhir.

Di bawah konstitusi lama Chile, negara mengakui “hak individu untuk hidup di lingkungan yang sunyi polusi, ” namun memberikan pelestarian hukum dan kebebasan besar bagi swasta untuk meregulasi atau memperhatikan industri masing-masing.

Jadinya bisa dilihat di Huasco, suatu kota tambang di jantung daerah industri di utara Chili. Selama berpuluh tahun warga hidup dibayangi tambang dan pembangkit listrik akik bara. Ketika kerusakan lingkungan tak lagi tertahankan, warga memaksa negeri menutup pembangkit selambatnya pada 2040.

Risiko kesehatan bagi penduduk di zona industri Chili mulai menjadi sorotan ketika pertengahan 2018 lalu ratusan orang dilarikan ke rumah sakit di Quintero-Puchuncavi. Penyebabnya adalah kebocoran pada salah satu pipa gas industri.

Lihat Selalu

Tanah air itu menampung 15 perusahaan industri berat dalam radius 10 kilometer persegi. Perusahaan tambang negara, Coldeco, mengelola pabrik smelting di kian. Adapun ENAP, perusahaan minyak pelah lidah merah, mengoperasikan terminal bahan bakar.

Perlindungan lingkungan vs. investasi

Pemerintah mendakwa manajemen perusahaan bertanggung jawab untuk kebocoran gas pada 2018. Namun selama persidangan, ENAP bersikeras menyanggah tuduhan tersebut.

Setahun lalu, Mahkamah Agung Chile  memutuskan pemerintah bertanggung jawab atas beraneka macam pencemaran lingkungan di kawasan itu. Buntutnya Kementerian Lingkungan menaikkan batasan emisi industri, dan berhasil menekan angka alarm polusi sebanyak 58% kurang dari satu tahun.

Namun agenda perlindungan dunia di Chile  harus berkompromi dengan program pemulihan ekonomi pascapandemi. Kepada Reuters , Gajah Kesehatan Enrique Paris mengatakan konstitusi baru bisa membantu “memperjelas situasi” dan menyeimbangkan antara perlindungan kesehatan tubuh, pengembangan industri dan penciptaan lapangan kerja.

Lembaga pemeringkat kredit, Fitch, sudah mewanti-wanti ketidakstabilan politik selama penyusunan konstitusi anyar akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Dalam laporannya, lembaga asal New York, AS, itu antara lain mengklaim perubahan regulasi lingkungan jadi salah satu hambatan investasi.

Di Huasco, kekhawatiran sebangun membelah warga. Sebagian khawatir agenda naskah konstitusi yang diusulkan oposisi akan mempercepat penutupan pembangkit listrik batu bara, dan meluapkan sumber ekonomi warga.

“Perusahaan-perusahaan ini memang sudah membuat banyak sekali kerusakan, ” kata Daniel Diaz, pegiat lingkungan senior dengan kini duduk di dewan kota Huasco. “Tapi sekarang kita akan kehilangan pekerjaan. ”

rzn/pkp (Reuters)