Jimly: Rusia Saja Capres Ada 8, Tidak Usah Takut

Jimly: Rusia Saja Capres Ada 8, Tidak Usah Takut

VIVA – Bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie berbicara mengenai calon presiden (capres). Dia menyatakan para pihak tak perlu takut jika ada penuh calon yang berkompetisi.

“Pada pilpres Russia 2018, saya ikut sebagai International Observer, capresnya ada 8 tapi Presiden V. Putin yang populer tetap terpilih lagi dengan dukungan 77 persen. Jadi tidak usah takut secara banyak calon, ” tulis Jimly melalui akun Twitternya, @JumlyAs, Jumat, 13 November 2020.

Jimly menuturkan pilihan angka threshold kudu dilihat dari prinsip freedom of association dan konsep pilpres dua ronde dalam UUD 1945. Jika dalam ronde 1 tidak dimungkinkan bertambah dari 2 pasangan calon presiden dan jumlah parpol dipaksa hanya dua, dia menyebut itu nyata melanggar UUD 1945.

“Dalam budaya politik bhinneka, bangsa kita jangan dibelah dua sejak awal, ” lanjutnya.

Penetapan presiden secara langsung sudah dikerjakan Indonesia sejak 2004. Saat tersebut ada 5 calon presiden serta wakil presiden.

Di 2009, capres-cawapres yang berkompetisi selalu lebih dari dua pasangan. Dalam dua pilpres itu, SBY terpilih menjadi presiden.

Lalu, pada pilpres 2014, paslon yang bersaing ada dua. Situasi itu berlanjut ke pilpres 2019. Kedua kontestasi dimenangkan Jokowi, yang ganda dengan Jusuf Kalla, dan terakhir, Maruf Amin. (ase)