Jaksa Pinangki Tetap Diberi Hak Pendampingan Hukum

Jaksa Pinangki Tetap Diberi Hak Pendampingan Hukum

VIVA   –  Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono mengatakan Jaksa Pinangki Sirna Malasari mendapatkan pendampingan hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus gratifikasi.

“Kepada yang bersangkutan tetap diberikan haknya untuk didampingi penasehat hukum yang ditunjuk oleh Persatuan Jaksa Indonesia (PJI), ” cakap Hari kepada wartawan pada Senin, 17 Agustus 2020.

Baca juga:   Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Jaksa Pinangki Langsung Ditahan

Menurut dia, Pinangki saat itu masih sebagai pegawai Kejaksaan Republik Indonesia meskipun sudah ditetapkan jadi tersangka pada pekan lalu.

“Jaksa PSM setelah ditetapkan sebagai tersangka masih sebagai pegawai Kejaksaan RI dan sebagai anggota Persatuan Jaksa Indonesia, ” ujarnya.

Diketahui, Jaksa Pinangki ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi berdasarkan bukti permulaan dengan cukup pada Selasa malam, 11 Agustus 2020. Sebab, Pinagki jadi pegawai negeri diduga menerima hadiah ataupun janji.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Pinangki langsung ditahan guna kepentingan penyidikan lebih tinggi. “Penyidik langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka dan malam hari itu juga dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan, ” kata pendahuluan Hari.

Sebelumnya diberitakan, jaksa Pinangki mempunyai dua kasus yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung. Pertama, soal pemeriksaan perlindungan yang diduga bepergian ke sungguh negeri tanpa izin.

“Sudah kami sampaikan, yang bersentuhan sudah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat yaitu pencopotan atau di-nonjob-kan dari jabatan struktural, ” sirih Hari pada Selasa, 4 Agustus 2020.

Jaksa Pinangki dicopot dari jabatan kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Gemilang Muda Pembinaan, karena terbukti melayani pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Kasus kedua, Keadaan mengatakan, dugaan adanya suatu kejadian yang diduga apakah bisa menjadi peristiwa pidana atau bukan. Hasil pemeriksaan pengawasan terhadap jaksa Pinangki ini sudah diserahkan kepada jampidsus untuk didalami adanya dugaan pidana atau tidak.

“Untuk adanya suatu peristiwa yang diduga pidana itu sudah diserahkan ke jampidsus. Proses selanjutnya sesuai secara SOP yang ada, maka masukan pemeriksaan pengawasan tadi akan dilakukan telaah oleh tim, ” ujarnya.