Instrumen Ini Bisa Deteksi COVID-19 pada Waktu 60 Detik

Instrumen Ini Bisa Deteksi COVID-19 pada Waktu 60 Detik

VIVA   –  Untuk sebagian orang tes swab sejenis menyeramkan karena memasukkan sebuah jasad panjang ke dalam lubang indra. Ketakutan itu nampaknya bisa kurang terobati karena sebuah perusahaan rintisan atau startup bernama Breathonix pokok Singapura membuat alat uji COVID-19 hanya dengan bernafas.

Alatnya bernama Volatile Organic Compounds atau VOC. Mesin ini mampu mendeteksi apakah seseorang terkena COVID-19 atau tidak hanya dalam periode 60 detik saja, seperti dilansir dari laman Mashable , Senin, 26 Oktober 2020.

Baca: Perkara Mekanisme Pemberian Vaksin COVID-19, Itu Kata Ketua Satgas

Para penyelidik dari startup tersebut mengembangkan ulangan dengan mendeteksi senyawa organik volatil dalam nafas seseorang lalu memasukkannya dalam sampel. Kemudian ditempatkan di dalam spektrometer massa untuk pengukuran. Selanjutnya, piranti lunak mesin pembelajaran ataupun machine learning  software menganalisa sampel dan hasilnya bisa dilihat dalam kepala menit.

“Jadi, sebuah penyakit bisa menimbulkan perubahan spesifik pada senyawa. Nah, perubahan tersebut bisa dideteksi lewar nafas. VOC bisa jadi alat pengukur berkesan penyakit seperti COVID-19, ” kata CEO Breathonix, Jia Zuhan.

Ia bersama para peneliti mengklaim jika alatnya sudah melakukan pengujian 180 pasien dengan tingkat keberhasilan mencapai 90 persen. Patuh Zuhan, alat ciptaannya itu hendak sangat berguna bagi daerah dengan membutuhkan alat uji cepat dengan lalu lintas tinggi.

“VOC berbentuk serupa corong sebagai tempat mulut para-para pasien mengeluarkan napas. Alat itu hanya dipakai satu kali selalu untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang, ” ungkap COO Breathonix, Du Fang. Selain itu dirinya mengiakan jika corongnya memiliki katup mulia arah dan perangkap air liur, sehingga air liur pasien tidak bakal masuk ke dalam mesin Breathonix.