BIN Gelar Rapid Test, 23 Pegawai DJKN DKI Reaktif Corona

BIN Gelar Rapid Test, 23 Pegawai DJKN DKI Reaktif Corona

VIVA   –  Pegawai Direktorat Jenderal Kekayaan Negeri DKI Jakarta di Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat mengikuti rapid test COVID-19  yang diselenggarakan Badan Intelijen Negara (BIN).

Rapid  test diiringi dengan uji swab atau Polimerase Chain Reaction (PCR) test itu  merupakan arahan tepat dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, guna positif pemerintah dalam upaya memutus sembrono rantai penyebaran COVID-19.

Kepala Tim Wilayah Sub Konglomerasi Tugas COVID-19 BIN,   Sony Arifianto, mengungkapkan, rapid test dan swab test ini diperuntukkan khusus untuk pegawai Kanwil DJKN DKI Jakarta. Dengan rapid test diharapkan dapat mencegah penularan COVID-19 di lingkungan Kementerian Keuangan.

Menangkap juga:   Disindir di Medsos soal Uang Jaminan Rp100 Juta, ITB Angkat Bicara

“Hari ini kami menggelar rapid test di Kanwil DJKN DKI Jakarta, khususnya untuk pegawai sini, untuk melakukan pemetaan dan percepatan dalam rangka menyalahi wabah COVID-19 ini, ” ujar Irwan di Jakarta, Rabu 22 Juli 2020.

Irwan menjelaskan, bila hasil rapid test   reaktif, akan dilakukan penanganan lebih lanjut dengan uji swab untuk memastikan membangun atau negatif COVID-19.  

“Untuk yang reaktif sampai jam 11 tersebut ada 23 orang. Reaktif itu belum tentu positif. Mereka langsung diikutkan swab test , ” kata dia.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara DKI Jakarta,   Hady Purnomo, mengatakan,   kegiatan rapid test ini membantu Ditjen Kekayaan Negara dalam upaya menyekat penyebaran COVID-19. Sebab, sebagian personel DJKN memang diharuskan bekerja pada kantor karena berurusan dengan penyajian publik.

“Ini adalah kegiatan bagian dari upaya pencegahan COVID-19, karena sebagaimana diketahui kami di Kanwil Dirjen Kekayaan Negara DKI beserta lima  unit pejabat perwakilan yang ada di bawahnya, dalam melaksanakan pekerjaan ada pekerjaan-pekerjaan tertentu yang tidak bisa diselesaikan dari rumah dalam bentuk WFH ( Work From Home ), ” ucap Hady.

Tren penyebaran COVID-19 yang menyasar perkantoran, lanjut Hady, menjadi alasan utama pihaknya mengabulkan pelacakan terhadap para pegawai yang bertugas di lingkungan kantor DJKN DKI Jakarta.

“Kehadiran para pegawai di kantor tentunya berisiko tinggi akan penularan COVID-19. Dengan adanya bantuan BIN menggunakan rapid test ini dapat membantu para pegawai DJKN untuk memastikan kondisi kesehatan masing-masing, ” lanjutnya.

Hady menargetkan 500 personel di lingkungan Kanwil DJKN DKI Jakarta untuk melakukan kegiatan tersebut. Menurutnya, jika ada yang terbukti positif COVID-19, pihaknya akan berkoordinasi dengan satuan gugus tugas Kementerian Keuangan dan melakukan prosedur protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Kami akan menerapkan kecendekiaan bekerja selama satu hingga besar minggu ke depan jika dasar ada pegawai yang terbukti meyakinkan COVID-19, ” kata  Hady.

Meski demikian, Hady menjamin pelayanan publik yang bersifat Business Continuous Plan terus berjalan. DJKN menyimpan tugas yaitu merumuskan serta melakukan kebijakan dan standardisasi teknis dalam bidang kekayaan negara, piutang negeri, dan lelang sesuai dengan kecendekiaan yang ditetapkan oleh menteri keuangan.  

“Kami yakinkan kegiatan pelayanan kantor DJKN akan terus berjalan, ” tuturnya. (art)